Feng Shui merupakan ilmu yang telah dikembangkan sejak

Feng Shui merupakan ilmu yang telah dikembangkan sejak abad ke-16 hingga abad ke-2 sebelum Masehi. Dikutip dari Klik Fengshui, pada awal kemunculannya, Feng Shui dikenal dengan nama Bu Zhai, yaitu metode peramalan dengan menggunakan cangkang kura-kura untuk menambah lokasi yang menguntungkan atau tidak. Pakar ilmu ini disebut Fang Shi, yaitu seseorang yang menemukan ilmu alam dan metafisika.

Dalam perkembangannya, Feng Shui pun memperbaiki perubahan. Sejak abad ke-2 sebelum Masehi hingga abad ke-2 Masehi, Feng Shui mulai disebut dengan istilah Kan Yu, yang berarti manusia mengerti kehendak alam semesta, jadi di mana dia tinggal dia harus agen classic game melindunginya dengan lingkungan sehingga ingin melawannya. Pada masa ini Feng Shui aliran bentuk dan aliran kompas mulai terpecah dan masing-masing mulai membuat teorinya.

Perkembangan ilmu Feng Shui pun tak berhenti, sampai Feng Shui tiba pada masa kelamnya. Pada abad ke 12 sampai 13 Masehi, Tiongkok yang sedang dijajah oleh Bangsa Mongolia kala itu, mulai dihambat perkembangan budayanya. Banyak sekali buku-buku Feng Shui yang dibakar, sampai ilmu Feng Shui pun hilang selama hampir 100 tahun.

Setelah abad ke-13 hingga abad ke-19, kompilasi kekuasaan agen joker123 Bangsa Mongolia digulingkan, semua ilmu Feng Shui kembali berkembang. Orang awwam yang mulai mempelajarinya.

Namun, setelah berdirinya RRC, Feng Shui dianggap sebagai ilmu takhayul dan membodohkan rakyat. Praktik-praktik ini pun akhirnya dikeluarkan oleh negara selama 50 tahun lebih dan hanya dipraktikkan di negara Hong Kong, Taiwan, dan negara-negara Asia Tenggara.

Para perantauan Tionghoa pun akhirnya menyebarluaskan ilmu ini ke seluruh dunia dengan tujuan untuk mengembangkan budaya dan tradisi. Tapi tak jarang orang mendukungnya dengan label komersialisasi. Dengan kemajuan teknologi informasi dan transportasi, Feng Shui pun mengundang banyak peminat dari seluruh dunia tanpa batasan.

Menurut pakar Feng Shui Indonesia, Djohar Koh, saat ini banyak yang salah paham dengan ilmu Feng Shui. “Saat ini banyak yang salah. Mereka menganggap Feng Shui hanya milik agama tertentu, milik Tionghoa, padahal bukan milik siapa-siapa. Feng Shui berlaku untuk semua orang,” kata lelaki yang akrab disapa Pak Koh ini saat ditemui di Kawasan Salemba, Jakarta Pusat.

Selama ini Feng Shui dikenal hanya untuk menentukan tata letak atau segala hal yang berkaitan dengan rumah atau bangunan lainnya. Kini, Feng Shui pun bisa digunakan untuk memprediksikan Keberuntungan Anda, mulai dari peruntungan bisnis, kesehatan, dan banyak hal lainnya.